Analysis of factors that affect internal whistle-blowing intentions

Rifatul Fitriyah, Rovila El Maghviroh

Abstract


This research aimed to find out more information and empirical evidence on the effect of managerial status, organizational commitment, locus of control, and personal cost on internal whistle-blowing intentions among the employees of Regional Government Work Unit (Satuan Kerja Perangkat Daerah/ SKPD) in Surabaya. This research used 57 employees of SKPD Surabaya as the respondents. The sample was taken using a quota sampling method. This is a quantitative research in which the data were analyzed using multiple regression analysis with SPSS 23. The results shows that the variables of managerial status, locus of control, and personal cost have no effect on internal whistle-blowing intention, while the variable of organizational commitment has an effect onit.


Keywords


Internal whistle-blowing intention, Managerial status, Organizational commitment, Locus of control, and Personal cost

Full Text:

PDF

References


Ahmad, Syahrul Ahmar, et al. 2013. Internal Whistleblowing Intentions by Internal Auditors: a Prosocial Behaviour Perspective. Malaysian Accounting Review. Vol. 12, No. 1.,

______, 2011. Internal Whistleblowing Intentions: Influence of Internal Auditors’ Demographic and Individual Factors. Annual Summit on Business and Entrepreneurial Studies (ASBES 2011) Proceeding.

Anshori, Muslich dan Sri Iswati. 2009. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Surabaya: Pusat Penerbitan dan Percetakan UNAIR (AUP).

Aripriyanti, Gevi Nur. 2014. Pengaruh Komitmen Organisasi, Locus of Control dan Kompleksitas Tugas terhadap Kinerja Auditor Internal (Survei Penelitian pada Perusahaan-Perusahaan BUMN di Kota Bandung). Skripsi tidak diterbitkan. Bandung Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama.

Bertens, K. 2000. Pengantar Etika Bisnis. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI).

Brief, A. P. dan S. J. Motowidlo. 1986. Prosocial Organizational Behaviours. Academy of Management Review.

Vol. 11 No. 4. Pp: 710-725.

Chiu, Randy K. 2015. “Ethical Judgment and Whistleblowing Intention: Examining the Moderating Role of Locus of Control”. Journal of Business Ethics, 43: 65-74.

Curtis, Mary B. 2006. Are Audit-Related Ethical Decisions Dependent Upon Mood?. Journal of Business Ethics.

Ferri, Dwi Raharjo. 2015. “Faktor yang Mempengaruhi Pelaporan Whistleblowing Internal dengan Tingkat Pendidikan sebagai Variabel Moderasi Persepsi Karyawan di PT. Krakatau Steel (PERSERO) Tbk.” Model Riset Akuntansi, Auditing & Informasi, Vol. 15 No. 2.

Fikar, Mohammad. 2013. Analisis Dampak Penerapan whistleblowing System pada Efektivitas Pengendalian

Internal (Studi Kasus pada PT Pertamina [Persero]). Skripsi tidak

diterbitkan. Yogyakarta Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas

Gajah Mada.

Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit UNDIP.

Ghozali, Imam. 2012. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 20”. Edisi 6. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Giovani, Beatrice Napitupulu dan Yustrida, Bernawati. 2016. “Pengaruh Faktor Organisasional, Faktor Individual dan Faktor Demografi terhadap Intensi Whistleblowing”. Simposium

Nasional Akuntansi Lampung XIX, Lampung.

Han, dkk. 2012. Komitmen Afektif dalam Organisasi yang Dipengaruhi Perceived Organizational Support dan Kepuasan Kerja. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. Vol.14 No: 2. Pp: 109-117.

Hasan, Aliah B. Purwanika. 2009. Kode Etik Psikologi & Ilmuwan Psikologi. Surabaya: Graha Ilmu.

Intan, Setyawati., Komala, Ardiyani dan Catur, Ragil Sutrisno. 2015. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Niat untuk Melakukan Whistle blowing Internal”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 17 No. 02.

Jex, Steve M. & Thomas W. Britt. 2014. Organizational Psychology: a Scientist-Practitioner Approach. Third Edition. New Jersey: Wiley.

Kanter, R. M. 1968. Commitment and Social Organization: a Study of

Commitment Menchanism in Utopian Communities. American

Sociological Review, Vol. 33 No. 4. Pp: 499-517.

Keenan, John P. 2002. Whistleblowing: A Study of Managerial Differences. Empolyee Responsibilities and Rights Journal, Vol. 19 No. 2. Pp: 85- 94.

Keraf, Sonny A. 1998. Etika Bisnis: Tuntutan dan Relevansinya. Edisi

Baru. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI).

Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). 2008. Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran- SSP (Whistleblwoing System- WBS).

Jakarta.

Kreshastuti, Destriana Kurnia. 2014. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intensi Auditor untuk Melakukan Tindakan Whistle blowing. Skripsi tidak diterbitkan. Semarang Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.

Lubis, Arfan Ikhsan. 2010. Akuntansi Keperilakuan. Edisi 2. Jakarta:

Salemba Empat. Luh, Putu Setiawati dan Maria, M. Ratna Sari.

“Profesionalisme, Komitmen Organisasi, Intensitas Moral dan

Tindakan Akuntan Melakukan Whistleblowing”. E- Jurnal Akuntansi

Universitas Udayana, Vol. 17.1. Pp: 257-282.

Mowday, Richard T., et al. 1979. The Measurement of Organizational

Commitment. Journal of Vocational Behavior, Vol. 14. Pp: 224-247.

Near, Janet P. & Marcia P. Miceli. 1985. Organizational Dissidence: The Case of Whistleblowing. Journal of Business Ethics, Vol. 04 No. 07.

Park, Heungsik., Rehg, Michael T. dan Lee, Dong. 2015. “The Influence of Confucian Ethics and Collectivism on Whistleblowing Intentions: A Study of South Korean Public Employees”. Journal of Business Ethics, 58: 387-403.

Partanto. 1994. Kamus Ilmiah Popular. Surabaya: Arkola. Perserikatan Bangsa-Bangsa. 2003. United Nations Convention Against Corruption. United Nations: New York.

Peterson, Christoper & Martin E. P. Seligman. 2004. Character Strengths and Virtues a Handbook and Classification. Oxford University Press: United States America.

Puni, Albert, et al. 2016. Religiosity, Job Status and Whistle-Blowing: Evidence from Micro Finance Companies. International Journal of Business and Social Research. Vol. 16 No. 2.

Rehg, Michael T., et al. 2008. Antecedents and Outcomes of Retaliation Against Whistleblowers: Gender Differences and Power Relationships. Organization Science. Vol. 19 No. 2. Pp: 221-240.

Rizki, Bagustianto dan Nurkholis. 2015. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing (Studi pada PNS BPK RI)”. Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan, Vol. 19 No. 02. Pp: 276-295.

Robbins, S. 2006. Perilaku Organisasi: Konsep, Kontroversi, Aplikasi. Jakarta: PT. Prenhallindo.

Robbins, Stephen P. & Timothy A. Judge. 2007. Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.

Robert House. 2000. 12 Tokoh Etika Abad Ke-20. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI).

Rotter, Julian B. 1996. Generalized Expectancies for Internal Versus External Control of Reinforcement. Vol. 80 No. 1.

Samendawai, A.H., F. Santoso, W. Wagiman, B.I. Omas, Susilaningtyas, & S.M. Wiryawan. 2011. Mengenal Whistleblowing. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Jakarta.

Schultz, et al. 1993. An Investigation on the Reporting of Questionable Acts in an International Setting. Journal of Accounting Research. Vol. 31. Pp: 75-103.

Septianti, Windy. 2013. Pengaruh Faktor Organisasional, IndividualSituasional dan Demografis terhadap Niat Melakukan Whistleblowing Internal. Simposium Nasional Akuntansi XVI, Manado.

Spector, Paul E. 1992. Summated Rating Scale Construction an Introduction Series: Quantitattive Applications in Social Science. London: Sage Publication Inc.

Sri, Husniati. 2017. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intensi untuk Melakukan Whistleblowing Internal (Studi Empiris pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Rokan Hulu)”. Jurnal Online Mahasiswa Fekon, Vol. 4 No. 1 (Februari).

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA.

Sulisutomo, Akmal & Andri Prastiwi. 2012. Persepsi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Pengungkapan Kecurangan (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi UNDIP dan UGM). Semarang: Universitas Diponegoro.

Supomo, N. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE.

Sweeney, P. 2008. Hotlines Helpful for Blowing the Whistle. Finance Executive. Vol. 24 (24). Pp: 8-31.

Taufiq, Nugraha. 2017. “Pengaruh Komitmen Profesional, Lingkungan Etika, Sifat Machiavellian dan Personal Cost terhadap Intensi Whistleblowing dengan Retaliasi sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang berada di Kota Pekanbaru”. Jurnal Online Mahasiswa, Vol. 4 No. 1 (Februari).

Tranggono, Rahadyan Probo & Andi Kartika. 2008. Pengaruh Komitmen Organisasional dan Profesional terhadap Kepuasan Kerja Auditor dengan Motivasi sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Semarang). Jurnal Bisnis dan Ekonomi, Vol. 15 No. 1. Pp: 89-90.

Walgito, B. 1997. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset.

Yusar, Sagara. 2013. “Profesionalisme Internal Auditor dan Intensi Melakukan Whistleblowing”. Jurnal Liquidity, Vol. 2 No. 1 (Januari-Juni). Pp: 34-44. Zhang, Julia., Chiu, Randy dan Wei,

Liqun. 2015. “Decision-Making Process of Internal Whistleblowing Behavior in China: Empirical Evidence and Implications”. Journal of Business ethics, 88: 25-44.




DOI: http://dx.doi.org/10.14414/tiar.v9i1.1675

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


The 6th International Conference on Business and Banking (ICBB) VI

Abstracting & Indexing

  

 

Hasil gambar untuk ccby logo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.