PENERAPAN AKUNTANSI FORENSIK DAN AUDIT INVESTIGATIF PADA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Adfil Galang Pamungkas

Abstract


ABSTRACT

The purpose of this study is to explore and analyze: (1) the implementation of forensic accounting in BPKP is applicable and effective functioning of the fraud prevention (preventive); (2) the implementation of forensic accounting in BPKP is applicable and effective functioning of the fraud detection (detective); and (3) the implementation BPKP of investigative audit applicable and effective functioning of the fraud investigation (repressive) in the local financial management. The research method used by the researcher is qualitative descriptive method that examines some information from informant through in-depth interview. The results and analysis of the research indicate that there are some problems or weaknesses found in the implementation of forensic accounting such as unequal levels of SPIP maturity, employees resistant to FCP implementation, SIMDA implementation not good enough, lack of EDP laboratories in BPKP NTT, mismatch budget estimation in the implementation of probity audit. In addition, found weaknesses and problems in the application of investigative audit is the disclosure of fraud in BPKP which only make disclosure based on demand and also the existence of BPKP in the disclosure fraud

 

ABSTRAK

Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan eksplorasi dan menganalisis: (1) pelaksanaan akuntansi forensik di BPKP berfungsi secara aplikatif dan efektif dalam pencegahan fraud (preventif); (2) pelaksanaan akuntansi forensik berfungsi secara aplikatif dan efektif dari mendeteksi fraud (detektif); dan (3) pelaksanaan audit investigatif yang berjalan dengan aplikatif dan efektif dari investigasi penipuan (represif) dalam pengelolaan keuangan lokal. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil dan analisis dari penelitian menyatakan bahwa terdapat beberapa masalah atau kelemahan yang ditemukan dalam pelaksanaan akuntansi forensik seperti tidak meratanya level maturitas SPIP, pegawai instansi yang resisten terhadap penerapan FCP, pelaksanaan SIMDA yang belum maksimal, tidak adanya laboratorium EDP di BPKP NTT, ketidaksesuaian estimasi anggaran dalam pelaksanaan probity audit. Selain itu, ditemukan kelemahan dan masalah dalam penerapan audit investigasi yaitu pengungkapan fraud di BPKP yang hanya melakukan pengungkapan berdasarkan permintaan dan juga eksistensi BPKP dalam pengungkapan fraud.


Keywords


fraud, forensic accounting, investigative audit, local financial management



DOI: http://dx.doi.org/10.14414/tiar.v8i1.1307

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Adfil Galang Pamungkas

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Abstracting & Indexing

 

_

 

Hasil gambar untuk ccby logo

Copyright @ 2011 Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (PPPM STIE)